Friday, June 13, 2014

Perhatikan Dulu Sebelum Anda Mengajukan Kredit KPR Rumah

sebelum menentukan memilih dan membeli rumah secara KPR atau cash dengan perumahan yang akan dituju ada baiknya konsumen harus memperhatikan hal hal yang harus diketahui terlebih dahulu mengenai proses dan prosedur untuk membeli rumah agar lebih paham dan bisa berjalan lancar seperti yang kita harapkanTapi ada yang harus anda perhatikan terutama bagi calon konsumen yang berminat untuk ambil bagian dalam memiliki rumah idaman. Seperti :
  • Legalitas perumahan yang diminati
  • Penurunan KPR

1. Legalitas perumahan yang diminati
Langkah pertama ini vital, karena banyak developer nakal yang terkadang melalaikan progress pembangunan. Sedangkan konsumen telah membayar uang muka. Contoh kasus nya seperti yg terjadi di karawang. Ratusan perumahan belum memenuhi janji mereka untuk myediakan fasos dan fasum perumahan. Untuk menilai legalitas developer berikut yang harus diperhatikan :
Kredibilitas
Kredibilitas pengembang sangat penting, sebab dengan perusahaan inilah konsumen melakukan ikatan hukum. Konsumen relatif lebih aman membeli rumah dari pengembang yang sudah go public. Mereka ini umumnya tidak terpengaruh regulasi perbankan, karena punya banyak alternatif sumber dana, sehingga risiko keterlambatan pembangunan tidak terlalu besar.
Reputasi pengembang (seperti sering mengecewakan konsumen) dapat dilihat dari surat pembaca atau liputan media massa tentang kasus-kasus perumahan. Bisa juga dengan menghubungi Real Estat Indonesia (REI), Yayasan Lembaga Konsumen, atau Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia.
Legalitas
Pastikan area tanah yang dibangun perumahan telah terbit sertifikat induknya. Konsumen berhak menanyakan dan melihat sendiri sertifikat itu. Jika legalitas lokasi perumahan yang akan dibeli masih berupa izin lokasi, sangat tinggi risikonya. Untuk itu, tanyakan dulu copy induk sertifikatnya. Developeryang baik tidak akan segan-segan menunjukkannya.
Pegangan konsumen dalam membeli rumah adalah perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). Di sana tertera spesifikasi rumah, harga, cara pembayaran, serah terima rumah, pemeliharaan rumah, lengkap dengan hak dan kewajiban masing-masing serta sanksi-sanksinya. PPJB itu harus dipahami benar sebelum menandatanganinya.
Komitmen
Ketika mempromosikan produknya, biasanya pengembang menjanjikan berbagai fasilitas. Dalam perkembangannya, ada kemungkinan pengembang mengabaikan fasilitas-fasilitas yang pernah dijanjikan itu, untuk menekan biaya. Sebaiknya, konsumen mengonfirmasi hal itu, agar mendapat kejelasan fasilitas apa saja yang akan didapatkan ketika menempati rumah.

2. Penurunan KPR
          Tidak ada yang lebih mengecewakan dari proses ini. “Kita sudah “grubag grubuk” menyerahkan persyaratan, melunasi uang muka, eh pas mau akad kredit ternyata ada informasi kalo ada penurunan kpr”  kata kata itu sering terucap oleh sahabat sahabat konsumen yg merasa kecewa karena ada penurunan KPR yang berdampak naiknya uang muka. Anda mungkin bertanya “apa penyebab turun plafon kpr?” jawabannya simple “wawancara” yap ! pada saat proses wawancara anda harus menjelaskan lebih terperinci mengenai berapa penghasilan anda, pengeluaran anda sebulan, anda bekerja di bidang apa gaji anda berapa. Dan semua jawaban anda harus sinkron dengan apa yang anda isi di formulir pengajuan kredit.
Ada baiknya anda berkonsultasi dengan pihak marketing anda, mengenai apa yang harus anda isi dan baiknya seperti apa. Itu akan membantu anda pada saat proses wawancara.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Kami Kirim Melalui Email